Friday, February 15, 2013

Cinta Bersemi di Bulan September dan Februari yang Penuh Gairah.

Alam banyak bertutur ketika kita mencoba berdiam sejenak untuk menjadi pendengar yang baik sehingga pesan atau tutur yang disampaikan dapat dengan jelas diterima.

Musim penghujan di Nusantara biasanya berlangsung dari bulan September hingga bulan April. Setelah mendapatkan musim kemarau selama enam bulan, tanaman biasanya mendapat guyuran hujan pertama di Bulan September. Guyuran ini menyebabkan tumbuhnya tunas-tunas baru yang berbunga.

Tunas-tunas baru dengan bunga-bunga yang bermekaran seperti cinta yang baru tumbuh dan mekar dirongga dada. Harum wangi  bunga yang berbaur dengan udara  akan mengundang lebah untuk mengumpulkan madu serta kupu-kupu dan kumbang yang ikut membantu penyerbukkan sehingga nantinya dapat menjadi buah yang bermanfaat bagi kehidupan.

Bulan September yang dalam "Bahasa Balinya disebut sasih Kapat" merupakan bulan dimana alam bercinta untuk memberikan aroma yang harum,  persediaan madu dan buah bagi kehidupan.

Berhubung alam sedang bercinta maka manusianyapun ikut serta, untuk dapat harmonis dengan alam. Ditandai  banyaknya yang menempuh hidup baru pada bulan september agar ikut mendapatkan nama yang harum, hidup yang manis dan keturunan yang berkualitas.

Sedangkan pada Bulan Februari setelah selesai musim hujan angin,  biasanya gairah binatang meninggi. Akan banyak dilihat anjing birahi dan kawin pada bulan Februari, yang di Bali dikenal Dengan Sasih Kesanga yang identik dengan musim kawin bagi satwa anjing. Anjing mempersiapkan anaknya lahir setelah musim hujan usai, dan biasanya anjing membuat liang ditanah dikala melahirkan anaknya.
Bulan ini terasa lebih bergairah dibanding bulan-bulan yang lainnya, tetapi biasanya di Bali masyarakatnya menghindari menikah pada bulan Februari (Sasih Kesanga) karena lebih banyak unsur nafsu daripada cinta.

Apakah gairah pada bulan Februari ini ada hubungannya dengan Perayaan  Valentine yang selalu jatuh pada tanggal 14 Februari?....yang jelas Timur dan Barat adalah berbeda dari alam dan Budayanya, jadi tidak bisa disimpulkan semudah itu. Jadi jangan mudah menerima mentah-mentah budaya yang tidak sesuai dengan alam kita, karena dipastikan tidak bakalan cocok. Jadi pintar-pintar menyaring agar hal-hal yang sesuai dan bermanfaat saja dapat diambil.

No comments:

Post a Comment